22
Juli

INJIL KATEKUMEN

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah” (Markus 1:1)

Dalam studi teologi masa kini, makin banyak sarjana Perjanjian Baru yang bersepakat bahwa kitab injil yang tertua adalah Injil Markus. Injil itu yang paling pendek dan baik kerangka maupun isi ceritanya menjadi sumber acuan bagi penyusunan ketiga injil lainnya,

Carlo Maria Martini, salah satu dari para sarjana Perjanjian Baru  yang ternama, berpendapat dalam bukunya yang berjudul The Spiritual Journey of the Apostles: Growth in the Gospel of Mark (1991) bahwa Injil Markus merupakan Injil katekumen, yaitu injil pengajaran yang menyajikan suatu pegangan katekisasi bagi jemaat kristen perdana. Katekisasi adalah pengajaran tentang pokok iman Gereja tentang Allah dalam pribadi Yesus Kristus, putraNya. Dan memang itulah inti injil Markus, untuk mewartakan kepada jemaat Kristen awal bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Bagaimanakah sang penginjil menyampaikan inti injilnya? Semua usahanya itu dapat kita lihat dalam susunan cerita di sepanjang 16 pasal injil Markus. Apa arti dari pernyataan iman “Yesus Kristus, Anak Allah” akan menjadi jelas baik bagi Gereja perdana maupun jemaat masa kini dengan meneliti injil itu sendiri. Tugas sang penginjil adalah menyediakan suatu bahan pengajaran iman bagi jemaat, sebagaimana terungkapkan melalui mulut Yesus sendiri kepada para muridNya “Kepadamu telah di berikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan” (4:11). Melalui mulut Yesus, sang penginjil menyapa Gereja dan menyingkapkan kepada mereka rahasia Kerajaan Allah bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.

Bagi kita, jemaat masa kini, membaca injil Markus sama halnya dengan membaca kesaksian iman sang penginjil, yang mewakili iman Gereja perdana, tentang siapakah Yesus Kristus dalam kehidupan mereka. Injil Markus juga berfungsi sebagai bahan katekisasi bagi jemaat, yang memandu mereka untuk masuk ke dalam pengetahuan yang kian mendalam akan misteri Kerajaan Allah dalam diri Yesus Kristus, sampai kemudian pada sikap iman untuk menerima misteri itu.

(lai)

www.000webhost.com